Wednesday, December 2, 2015

Keunggulan Motif Tapis Dibandingkan Motif Kain Tenun Lainnya

Setiap jenis kain tapis memiliki identitas tersendiri berdasarkan latar belakang daerah, sehingga dapat dikenal dan dibedakan dari etnis lainnya. Kain tenun tradisional Lampung merupakan salah satu identitas masyarakat etnis Lampung yang menghasilkan berbagai karya jenis tekstil. Jenis-jenis kain yang di kenal di masyarakat antara lain :

1.       Tapis Raja Tunggal, kain tapis ini merupakan sarung tenunan pakan lungsin, bahan dasarnya dari benang kapas, berlajur horizontal warna merah, hitam, putih, kuning, dan hijau. Ragam hias disulam dengan benang emas dan benang kapas. Motifnya yaitu orang di atas perahu, orang sedang menunggang kuda, pucuk rebung, bintang, dan pilin. Kain ini biasanya dipakai oleh istri kerabat paling tua pada upacara adat. (Baca: pusat grosir tapis kaligrafi)

2.      Tapis Raja Medal. Tapis raja medal merupakan sarung pakan lungsin. Bahan dasarnya benang kapas, berlajur horizontal warna merah hati, hitam, kuning, dan hijau. Ragam hias disulam benang emas. Motifnya antara lain orang di atas rato ditarik orang, ayam nyecak konci, dan pucuk rebung. Bagian bawah terdapat sasab dengan penyawat benang katun berbentuk tekstur pucuk rebung dan belah ketupat. Kain ini biasanya dipakai oleh kerabat paling tua (tuho penyimbang) pada upacara adat, seperti mengawinkan anak atau pengambilan gelar.

3.      Tapis Laut Linau. Tapis laut linau merupakan bentuk sarung tenunan pakan lungsin. Bahan dasar dari benang kapas berlajur horizontal, warna hitam, coklet, biru, merah hati, dan merah muda. Ragam hias penuh yang diulam dengan benang emas. Motif yang digunakan adalah pucuk rebung, belah ketupat, sasab, dan kupu-kupu. Kain ini digunakan oleh para gadis pengiring pengantin atau pada saat menari Cangget.

4.      Tapis Laut Silung. Tapis Laut Silung merupakan sarung tenunan pakan lungsin. Bahan dasar dari benang kapas berlajur horizontal, warna merah manggis, biru tua, dan biru muda. Ragam hias penuh yang disulam dengan benang emas. Motifnya yaitu tajuk berayun, pucuk rebung susun, sasab, belah ketupat, dan bunga. Kain ini dipakai oleh istri yang tergolong kerabat jauh saat menghadiri upacara adat, juga oleh para gadis pengiring pengantin pada penari Cangget.

5.       Tapis Jung Sarat. Tapis jung sarat merupakan sarung tenunan pakan lungsin. Bahan dasr dari benang kapas berlajur horizontal, warna merah, coklat, dan putih. Ragam hias penuh disulam dengan benang emas. Motif pucuk rebung, sasab besar tekstur benang penyawat iluk keris, mata kibau, dan pucuk rebung digayakan. Kail ini dipakai oleh pengantin wanita saat upacara adat.

6.      Tapis Balak. Tapis balak merupakan sarung tenunan pakan lungsin. Bahan dasar kain ini dari 

benang kapas berlajur horizontal besar dan kecil, warna cokelat muda, cokelat tua, merah, dan     biru. Ragam hias disulam dengan benang emas. Motif sasab dengan tekstur tajuk pada sasab kecil, motif pilin, naga, tajuk berayun, serta tempelan kaca dengan benang berwarna merah dan hijau. Kain ini dipakai oleh wanita yang sudah tua dan penyimbang.

Sumber:
http://www.mikirbae.com/


No comments:

Post a Comment